Tips Camping Traveling Bagi Pendaki Pemula

Pendaki Pemula Harap Perhatikan Tips Camping Berikut Agar Aman dan Nyaman

Tips Camping Traveling Bagi Pendaki Pemula

Gotravelcenter. – Kalau hanya traveling dan menghabiskan liburan dengan menginap di dalam kamar hotel saja terlalu mainstream. Sesekali cobalah kegiatan seru seperti mendaki dan berkemah di puncak gunung ataupun tengah hutan. Jadi Anda punya banyak pengalaman menarik untuk dikenang, diabadikan lewat foto keren serta diceritakan pada orang lain.

Ketika melakukan traveling ke suatu tempat, carilah yang punya objek wisata gunung cantik dengan jalur pendakian gampang. Adapun beberapa contohnya seperti Gunung Ungaran, Merbabu, Puncak Sikunir, dan lain sebagainya. Apalagi Indonesia termasuk negara dengan gunung terbanyak di dunia sehingga tinggal pilih saja yang tergolong aman bagi para traveler pemula.

Manfaat dan Asiknya Camping di Gunung

 

Alam menawarkan keindahan pemandangan menakjubkan seperti deretan bukit, hutan rindang, gunung menjulang tinggi, tebing bebatuan serta aneka ragam makhluk liar di dalamnya. Negara kita termasuk dalam bagian iklim tropis sehingga kawasan dataran tingginnya ditumbuhi berbagai macam pepohonan besar berdaun rindang serta kenampakan alam menarik seperti sungai di tengah hutan, danau alami, air terjun, dll. Sayang sekali kalau Anda melewatkan kesempatan menikmati segala bentuk ciptaan Tuhan luar biasa tersebut.

Banyak kegiatan dapat dilakukan saat berlibur ke daerah gunung diantaranya mendaki dan camping ketika sudah mencapai puncaknya. Berkemah adalah cara paling menyenangkan untuk menghabiskan waktu di tengah alam liar. Anda tak hanya mendapatkan keseruan serta momen keren saja tetapi beragam manfaat seperti berikut:

  1. Camping bisa menyehatkan dan menguatkan fisik manusia, terutama organ paru-paru serta jantung.
  2. Membakar kalori serta lemak lebih banyak dibanding pergi ke gym karena suhu dingin memaksa tubuh seseorang menggunakan cadangan lemak tersebut.
  3. Mengajari Anda bagaimana cara mencintai alam sekaligus keinginan untuk turut menjaga kelestariannya.
  4. Membuat diri sendiri bersyukur kepada Tuhan atas segala rezeki dan nikmat duniawi.
  5. Dapat menghirup udara segar khas pegunungan yang tak bisa Anda temui di perkotaan.
  6. Belajar berbagai macam hal mengenai spesies tumbuhan dan hewan liar selama perjalanan
  7. Melatih kekuatan otot, mental, dan jiwa mengenai cara beradaptasi sekaligus bertahan hidup di tengah hutan.

Tips Camping untuk Pemula

 

Pada kenyataannya camping atau kegiatan berkemah dapat dilakukan di berbagai tempat, seperti pesisir pantai, perbukitan, taman, padang rumput, lapangan dan lain sebagainya. Namun jika Anda ingin melakukannya di puncak gunung ataupun dataran tinggi maka harus mendaki terlebih dahulu. Karena masih pemula tentu ada banyak hal dan kebutuhan yang wajib dipersiapkan sejak awal, diantaranya:

Camping di kawasan gunung maupun hutan tidaklah mudah karena Anda akan hidup bak petualangan dan traveler alam sejati. Mengandalkan makanan instan seperti mie ataupun sarden bukan satu-satunya cara bertahan hidup yang tepat. Jika pasokan makanan sudah habis maka Anda akan kebingungan mencarinya bukan? Patutnya pendaki dan penjelajah bersyukur mempunyai Indonesia karena dikaruniai alam subuh dengan berbagai macam bahan makanan di dalamnya.

Anda bisa manfaatkan tumbuhan serta hewan di sekitar tempat berkemah untuk memenuhi kebutuhan perut agar tidak kelaparan dan energi tetap terisi penuh. Sebelumnya, pelajari terlebih dahulu apa saja jenis tumbuhan yang bisa dimakan atau sifatnya beracun. Contoh makanan di hutan sebagai pasokan makanan seperti berry liar, buah apel, pisang, tumbuhan pakis, rotan, pucuk merah, dan lain sebagainya.

Persiapkan berbagai macam perlengkapan di dalam tas camping. Jangan terlalu banyak membawa barang bawaan tak penting karena akan memenuhi tas serta memberatkan Anda selama pendakian. Adapun macam alat penting seperti pisau lipat, tali temali, pengait, palu, kompas, kompor mini, satu panci atau wajan, alat makan, dll.

Anda bahkan tak perlu membawa peralatan makan seperti piring, gelas, garpu, sendok, dan mangkok karena bisa memanfaatkan bahan alam yaitu daun sebagai alas makanan. Dengan begitu barang bawaan akan lebih sedikit dan rasanya pundak akan makin enteng.

Membawa pakaian pribadi secara lengkap, terutama baju hangat dan lengan panjang agar tidak kedinginan. Tekanan dan suhu udara di gunung memang rendah sehingga seringkali membuat pendaki hipotermia.

Siapkan pula jas hujan untuk berjaga-jaga kalau cuaca berubah mendung dan turun hujan. Ketika badan Anda basah maka menambah rasa dingin sampai menusuk ke dalam tulang. Kondisi tersebut membuat fisik lemah, hilang konsentrasi dan badan menjadi kaku.

Selalu nyalakan api unggun sepanjang malam ketika camping agar terhindar dari serangan hewan buas dan liar. Api unggun juga mampu menghangatkan badan serta lingkungan sekitar perkemahan Anda.

Jangan lupa membuat selokan atau parit di sekeliling tenda. Ini merupakan hal simpel tapi sering diabaikan banyak pendaki pemula karena menganggap tak akan turun hujan di musim kemarau. Padahal cuaca gunung tidaklah menentu, terkadang panas tetapi tiba-tiba turun kabut dan hujan.

Mendaki gunung kemudian camping adalah kegiatan traveling alam paling mengasikkan. Sama seperti anda memenangkan Jackpot dari permainan Domino qiu. Anda patut mencobanya sendiri dan merasakan sensasi menantang, seru, bahagia bercampur aduk ketika berhasil mencapai puncak gunung tersebut.

Alasan Berwisata dan Tujuan Berwisata

Alasan Berwisata dan Tujuan Berwisata

Alasan Berwisata dan Tujuan Berwisata

GoTravelCenter – ”Pariwisata” kata ini datang dari bahasa Sansekerta, bila di pisahkan menjadi dua terbagi dalam dua sisi yaitu “pari” dan “wisata”. Makna dari kata “pari” memiliki pengertian dengan, atau berkeliling-keliling dan sedangkan kata “wisata” memiliki pengertian perjalanan. Dua kata dari pari serta wisata apabila disambungkan menjadi pariwisata memiliki kandungan pengertian lakukan aktivitas dengan perjalanan berkeliling-keliling meninggalkan tempat awal, menuju ke tempat yang berbeda dari tempat sebelumnya.

Banyak sekali pengertian mengenai pariwisata dari beragam sumber seperti yang saya kutip di bawah ini. “Pengertian pariwisata adalah salah satu aktivitas perjalanan yang dikerjakan dengan maksud rekreasi atau belibur”. “Pengertian wisata adalah melancong dengan bersama dengan maksud untuk bersenang-senang, meningkatkan pengetahuan, dan sebagainya. Diluar itu dapat juga disimpulkan jadi piknik atau bertamasya”. “Pariwisata adalah semua jenis aktivitas wisata yang dilayani oleh pemerintah,  orang-orang, atau entrepreneur bersama dengan fasilitasnya”. “Pengertian pariwisata adalah paduan dari hubungan pada pemerintah sebagai tuan rumah pariwisata, usaha, serta wisatawan”. Pengertian pariwisata adalah aktivitas perjalanan yang dikerjakan dalam priode waktu pendek atau sesaat dengan maksud terkecuali mencari nafkah”.

Wisata adalah perjalanan berkeliling sepanjang lebih dari 3 hari, yang di adakan oleh satu kantor perjalanan didalam kota serta acara diantaranya melihat-lihat di beberapa tempat atau kota baik didalam negeri ataupun diluar negeri. Menurut A.J. Burkart serta S.Medik . Pariwisata adalah “perpindahan orang untuk sesaat serta dalam periode waktu pendek ke maksud – maksud di luar tempat dimana mereka umumnya hidup serta bekerja serta beberapa aktivitas mereka sepanjang waktu tinggal di beberapa tempat maksudnya itu”. Menurut Hunziger serta Krapf dari Swiss dalam Grundriss Der Allgemeinen Femderverkehrslehre, menyebutkan peristiwa adalah keseluruhan jaringan serta beberapa gejala yang terkait dengan tinggalnya orang asing disuatu tempat dengan prasyarat orang itu tidak lakukan satu pekerjaan yang perlu (Major Activity) yang di berikan keuntungan yang berbentuk selamanya ataupun sesaat . Ada pengertian mengenai pariwisata dari sumber beda yakni. Menurut Soetomo  yang di dasarkan kepada ketetapan WATA ( World Association of Travel Agent = Perhimpunan Agen Perjalanan Sedunia).

Dari beragam pengertian diatas dapat diberi pengertian baru kalau, pariwisata adalah aktivitas yang di kerjakan dengan oleh satu grup, menuju suatu tempat baru, berbentuk perjalanan yang menyenangkan serta memuaskan hingga bisa menghibur hati, yang di fasilitasi baik oleh pihak swasta serta pemerintah yang dilakukan dalam periode pendek serta tidak mempunyai tujuan untuk mencari nafkah. Dengan perkembangan zaman, peristiwa telah beralih dari sebatas akitivitas untuk mengusir kebosanan jadi satu pola hidup.

Alasan Berwisata dan Tujuan Berwisata

Tujuan Wisata

Prioritas grup/seorang untuk lakukan perjalanan wisata adalah mencari kesenangan atau keceriaan, tersebut disini sebagai maksud dari ada proses wisata :

  1. Untuk riset atau menambah ilmu pengetahuan (discovery tourism, culcutal tourism).
  2. Mencari kenikmatan dari yang telah didapatkan. (M.kasrul hal6).
  3. Mempunyai tujuan bersenang-senang (wisata refreshing).
  4. Maksud keagamaan (wisata religi).
  5. Menginginkan bersantai, bergembira ria, santai (terlepas dari kebiasaan)
  6. Penuhi rasa menginginkan tahu atau menaikan pikiran.
  7. Wisata dengan maksud ketertarikan spesial (menyelam, arung jeram, sky, fly dan lain-lain).
  8. menginginkan berpetualang utnuk mencari pengalaman baru.
  9. menginginkan mencari situasi baru atau situasi beda.

Dari beragam maksud berwisata itu diinginkan supaya bisa peroleh manfaat yang maximal, mengerti dengan fikiran serta hati, menaikkan pikiran yang luas dari apa yang dikerjakan serta dipelajari di beberapa tempat yang sudah dikunjungi.

Alasan Wisata 

 

Orang lakukan perjalanan karena ada sebabnya musababnya diantaranya adalah : Menginginkan lihat beberapa daerah atau negara2 beda atau bangsa-bangsa beda serta ketahui cara hidup bebrapa kebiasaan istiadat dan budaya suku bangsa yang dikunjungi. Menginginkan lihat serta melihat suatu hal yang istimewa yang terkait dengan atraksi, pertunjukan atau kebiasaan budaya satu bangsa yang unik serta berlainan dengan daerah yang lain. Menginginkan ikuti atau menghadiri satu aktivitas (moment) di daerah atau negara yg dituju. Memakai peluang yang ada karna mereka mempunyai uang cukup, tubuh yang sehat. Untuk berkunjung ke sanak saudara atau keluarga yang berada di tempat beda.

Ketentuan seorang untuk lakukan perjalanan wisata di pengaruhi oleh kuatnya beberapa aspek pendorong (push factor) serta beberapa aspek penarik (pull factor). Aspek pendorong biasanya berbentuk sosial-psikologis, atau adalah person specific motivation, sedang aspek penarik adalah destination specific attributes. Dengan terdapatnya aspek pendorong, jadi seorang menginginkan lakukan perjalanan wisata, tapi belum juga terang daerah/negara mana yang juga akan dituju.

Pada intinya seorang lakukan perjalanan dimotivasi oleh banyak hal, motivasi-motivasi itu bisa digolongkan jadi empat grup besar seperti berikut : Hasrat untuk ketahui budaya, kebiasaan, kebiasaan serta kesenian daerah beda. Motivasi yang berbentuk sosial, seperti berkunjung ke rekan serta keluarga, menjumpai partner kerja, lakukan beberapa hal yang menghadirkan gengsi (prestis), lakukan ziarah. Motivasi di daerah/tujuan beda seorang juga akan dapat terlepas dari kebiasaan sehari-harinya yang membosankan.menjengkelkan serta yang memberi kenikmatan psikologis